hamil
Karena pre-eklampsia jadi bu Lurah
Pertama kali hamil, saya mengalami kasus pre-eklampsia yang mengakibatkan kandungan yang sudah berusia 26 minggu harus diangkat. Ketika kembali hamil, kasus serupa terulang lagi pada saat usia kandungan saya memasuki minggu ke-30. Tapi saya masih boleh sedikit berlega hati. Kandungan saya bisa dipertahankan. Cuma dokter kandungan yang selama ini merawat saya memutuskan agar saya diobservasi terus sampai tekanan darah turun.
Berbahagia, punya anak perempuan
Setelah terlambat datang bulan 3 minggu, saya pergi ke dokter untuk periksa air seni. Hasilnya positif. Wah, rasanya bahagia sekali. Suami yang ikut dan menunggu di laboratorium, ikut melonjak kegirangan ketika saya beri tahu hasilnya. Malamnya, sanak famili saya teleponi satu per satu.
Memang, kalau dari segi ekonomi, kami rasanya belum layak punya anak. Maklum, sama-sama baru lulus sekolah dan mulai menapak pekerjaan baru. Setiap bulan saya dan suami cuma bisa menabung sendikit. Tapi, setelah hamil, suami tampak lebih semangat mencari penghasilan tambahan.
Lebih nikmat sanggama saat hamil
Banyak para ibu yang bertanya-tanya, bolehkah melakukan sanggama saat hamil? Mereka takut akan resiko terhadap kehamilan dan bayi yang dikandungnya. Jawaban singkatnya adalah boleh, tidak ada masalah. Kehamilan bukan penghalang aktivitas seksual. Konon, wanita hamil lebih mudah mencapai orgasme multipel.
Asal tahu saja, tidak sedikit wanita hamil yang justru merasakan kenikmatan dan kepuasan luar biasa, dibanding semasa tidak hamil. Bahkan, sebagian wanita hamil mengaku dapat mencapai orgasme multipel dengan mudah.
Apa penyebab kesemutan saat mengandung ?
Saya (32 tahun) sedang mengandung anak ke-2. Usia kehamilan saya 7 bulan. Sejak pemeriksaan awal hingga sekarang, saya dan kandungan saya dinyatakan sehat. Tekanan darah juga normal. Tapi akhir-akhir ini, kedua kaki saya sering kesemutan. Bergantian antara kaki kiri dan kaki kanan. Apa yang menjadi penyebab kesemutan ini?
Diah Soebiyakto - Jakarta
Cacar saat hamil apakah berbahaya?
Saat ini saya hamil sekitar 3 bulan, anak kedua. Waktu usia kehamilan 4 minggu, saya demam diikuti pusing, sakit tenggorokan, dan ada benjolan sebesar kelereng di leher. Kemudian di dada keluar bintil-bintil merah sebesar jerawat berisi cairan yang lalu menyebar ke seluruh tubuh. Kata dokter, saya kena cacar air (varisela) dan diberi obat CTM, Fevrin serta Salicyl Talk.
Merasa khawatir dan sedih pada kehamilan yang kedua
Saya seorang ibu (32 tahun) dan saat ini saya sedang mengandung 7 bulan, untuk menantikan anak ke dua saya. Oleh dokter kandungan dinyatakan bahwa ari-ari janin ada di bawah sehingga dikhawatirkan akan menutupi jalannya bayi ke luar. Oleh sebab itu dua minggu sebelum waktu yang diperkirakan untuk melahirkan, saya sudah harus menginap di rumah sakit.
Batuk terus menerus selama masa kehamilan
Saya (26 tahun) sedang mengandung anak pertama. Pada tiga bulan pertama tak ada gangguan berarti kecuali mual-mual terutama di pagi hari. Pada bulan ketiga, saya tertular batuk dari teman sekantor. Sampai sekarang, bulan keenam kehamilan, batuk ini tak kunjung sembuh. Hilang sebentar, lalu batuk-batuk lagi. Sering, batuk-batuk ini membuat perut bagian atas sakit dan badan lemas. Leher dan dada juga terasa gatal.
Muntah-muntah menyebabkan plasenta janin berada di bawah?
Saya (29 tahun) sedang hamil 4 bulan, anak ke dua. Berbeda dengan dua kehamilan sebelumnya, sejak awal kehamilan hingga sekarang, saya mengalami muntah-muntah hebat. Semua yang saya makan, muntah dan saya pun mengalami perdarahan tiap hari.



-001.jpg?)




Recent comments
43 weeks 6 days ago
43 weeks 6 days ago
1 year 7 weeks ago
1 year 19 weeks ago