Menangis, langsung diam begitu mendengar suara adzan
Putra pertama kami, Ian, sejak usia 3 bulan sudah mempunyai kebiasaan mendengarkan dengan hikmad bila terdengar suara adzan di radio atau televisi. Yang lucu, walaupun sedang menangis kencang, ia akan langsung diam bergitu mendengar adzan berkumandang. Padahal, sebelumnya kami sudah berusaha dengan berbagai cara untuk meredakan tangisnya.
Sekarang Ian sudah berumur 10 bulan. Sudah pandai tertawa dan ngoceh sendiri. Nah, yang paling nggak tahan, kami harus selalu menuntun ke mana saja Ian mengajak jalan. Maklum, ia belum bisa berjalan sendiri. Pokoknya, selagi belum tidur, jangan harap Ian mau menghentikan acara ngoceh dan jalan-jalannya. Kami gemas sekaligus capek alias kewalahan mengikuti kemauannya. Kalau tak dituruti, ia akan "menjerit" keras.
Lucunya, begitu menjelang magrib, Ian akan langsung duduk manis di depan layar televisi. Ya, apalagi kalau bukan menunggu adzan magrib. Setelah adzan berlalu, Ian kembali melanjutkan aktivitasnya yang tadi terhenti sejenak.
Suasana seperti ini selalu kami alami setiap hari. Walaupun "lelah" mengurus Ian, kami semakin kagum akan ciptaan-Nya. Ianku, makhluk yang mungil dan begitu polos, sudah dapat mengagumi suara-suara indah, yang memanggil kami untuk melepaskan sejenak segala aktivitas dan cepat-cepat bersujud kepada-Nya.
Saya memang selalu memperdengarkan Ian suara-suara ayat-ayat suci Al-Quran sejak ia berada di perut ibunya. Insya Allah, sampai nanti, Ian betul-betul mengerti makna dan arti dari ayat-ayat suci ini.
Sutanto, ayah dari Adani Julian Perdana (10 bulan)







Subhanallah...Maha Suci
Subhanallah...Maha Suci Allah yang telah mengirim kalam Illahi ke dalam kalbu anak Anda melalui adzan.
Semoga anak Anda tumbuh menjadi anak yang sehat, sholeh dan Anda sekeluarga selalu dalam lindungan Allah Swt.